QR Code blog ini

QR Code

Sinergi

Photobucket

Ikhwah Juga Bercinta

>> Tuesday, June 28, 2011


Di antara anugerah yang diberikan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya yang mukmin adalah dipersaudarakan sesama mereka. Dari persaudaraan itu, diharapkan tumbuh rasa saling mencintai, yang dilandasi oleh keimanan kepada Allah dan ketaatan kepada-Nya!


Fadhilat Cinta karena Allah

Mencintai orang-orang yang beriman yang senantiasa taat kepada Allah sangat besar pahalanya. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:

Sesunguhnya kelak di Hari Kiamat Allah akan berfirman, “Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan memberikan naungan kepadanya dalam naungan-Ku disaat tidak ada naungan kecuali naungan-Ku”

Abu Dzar berkata:Wahai Rasulullah, bagaiman jika ada seseorang yang mencintai suatu kaum tapi tidak mampu beramal seperti mereka? Rasulullah saw. bersabda, “Engkau wahai Abu Dzar, akan bersama siapa saja yang engkau cintai.” Abu Dzar berkata; maka aku berkata, “Sungguh, aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.” Abu Dzar mengulanginya satu atau dua kali”. (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Hibban)

Hadits Muadz bin Anas Al-Jahni bahwa Rasulullah saw. bersabda:

Siapa saja yang memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka berarti ia telah sempurna imannya. (HR. AL Hakim). 


Wujud Cinta karena Allah 

Disunahkan orang yang mencintai saudaranya karena Allah

1. untuk mengabari dan memberitahukan cintanya kepadanya. Nabi saw. bersabda: 

Jika seseorang mencintai saudaranya karena Allah, maka kabarkanlah bahwa ia mencintainya. (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

2. mendoakan dan meminta doa dari saudaranya . Nabi saw. bersabda:

Barang siapa yang mendoakan saudaranya pada saat ia tidak bersamanya, maka malaikat yang diserahi untuk menjaga dan mengawasinya berkata, “Semoga Allah mengabulkan; dan bagimu semoga mendapat yang sepadan.” (HR. Muslim).

Umar bin Khatab berkata: Aku meminta izin kepada Nabi saw. untuk umrah, kemudian beliau memberikan izin kepadaku dan bersabda: “Wahai saudaraku, engkau jangan melupakan kami dalam doamu.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

3. mengunjungi orang yang dicintai, duduk bersamanya, saling menjalin persaudaraan, dan saling memberi karena Allah, setelah mencintai-Nya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda:

Sesungguhnya ada seseorang yang mengunjungi saudaranya di kota lain. Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk mengikutinya. Ketika malaikat sampai kepadanya, ia berkata, “Hendak ke mana engkau?” Orang itu berkata, “Aku akan mengunjungi saudaraku di kota ini.” Malaikat berkata, “Apakah ada hartamu yang dikelola olehnya?” Ia berkata, “Tidak ada, hanya saja aku mencintainya karena Allah.” Malaikat itu berkata, “Sesunggunya aku adalah utusan Allah kepadamu. Aku diperintahkan untuk mengatakan bahwa Allah sungguh telah mencintaimu sebagaimana engkau telah mencintai saudaramu itu karena Allah.” (HR. Muslim)

4. Senantiasa berusaha membantu kebutuhan saudaranya dan bersungguh-sungguh menghilangkan kesusahannya. Hal ini berdasarkan hadits Mutafaq ‘alaih dari Ibnu Umar, Rasulullah saw. bersabda: 

Seorang muslim adalah saudara muslim yang lain, ia tidak akan mendzaliminya dan tidak akan membiarkannya binasa. Barangsiapa berusaha memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan dari seorang muslim maka dengan hal itu Allah akan menghilangkan salah satu kesusahannya dari kesusahan-kesusahan di Hari Kiamat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di Hari Kiamat. 
 
5. memberikan dan menerima hadiah saudaranya serta membalasnya. Rasulullah saw bersabda:

Kalian harus saling memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai. (HR. Bukhari).
Rasulullah saw. pernah menerima hadiah dan membalasnya. (HR. Bukhari)

Termasuk memberikan balasan hadiah yang setimpal adalah jika seorang muslim mengatakan kepada saudaranya, “Jazakallah Khairan”, artinya semoga Allah membalasmu dengan kebaikan. Tirmidzi meriwayatkan dari Usamah bin Zaid, bahwa Rasulullah saw. bersabda:

Barangsiapa diberi kebaikan kemudian ia berkata kepada orang yang memberi kebaikan, “Jazakallah Khairan” (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka dia sungguh telah memberikan pujian yang sangat baik

6. Wajib menjaga rahasia seorang muslim. Diriwayatkan Abu Dawud dan Tirmidzi dari Jabir, sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: 

Jika seseorang berkata kepada orang lain dengan suatu perkataan kemudian ia menoleh (melihat sekelilingnya), maka pembicaraan itu adalah amanah.
 
Khatimah

Semoga dengan melaksanakan petunjuk Rasulullah saw. dalam mencintai seorang hamba karena-Nya, kita dicintai Allah SWT sebagaimana hadits dari Umar bin Al-Khathab, bahwa Rasulullah saw. bersabda: Allah mempunyai hamba-hamba yang bukan nabi dan bukan syuhada, tapi para nabi dan syuhada tertarik oleh kedudukan mereka di sisi Allah. Para sahabat berkata,“Wahai Rasulullah, siapa mereka dan bagaimana amal mereka? Semoga saja kami bisa mencintai mereka.” Rasulullah saw. bersabda, “Mereka adalah suatu kaum yang saling mencintai dengan karunia dari Allah. Mereka tidak memiliki hubungan nasab dan tidak memiliki harta yang mereka kelola bersama. Demi Allah keberadaan mereka adalah cahaya dan mereka kelak akan ada di atas mimbar-mimbar dari cahaya. Mereka tidak merasa takut ketika banyak manusia merasa takut. Mereka tidak bersedih ketika banyak manusia bersedih.” Kemudian Rasulullah saw. membacakan firman Allah:
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (TQS. Yunus [10]: 62).

***

Artikel kali ini Abu Dzar ambil dari satu sumber internet tapi dah terlalu lama disimpan dan dibaca sendiri, Abu Dzar rasa artikel ini sangat bermanfaat untuk bacaan semua. Sebab tu la Abu Dzar edit sikit-sikit dan postkan dalam MeNtaDakAkiDaL.

Kredit kepada penulis asal artikel ini. Semoga Allah membalas dengan kebaikan =]

Read more...

Persediaan Pernikahan...couple bukan pilihan

>> Wednesday, June 08, 2011


Dengan penuh suka citanya Abu Dzar memulakan post kali ini dengan mengucapkan sekalung tahniah buat akhi Amzar Hafifi dan juga ukhti Siti Ruhayu atas pernikahan kalian berdua. Semoga bahagia di bawah redha Ilahi dan bahagia sampai syurga!

Sebagai pemerhati yang tak bertauliah kepada ikhwah-ikhwah yang telah menikah, Abu Dzar dapat merasakan betapa beratnya tanggungjawab yang perlu digalas bagi seseorang yang mengambil keputusan untuk mendirikan sebuah keluarga sendiri. Menikah bukan sekadar menyarungkan cincin ke jari manis seorang akhwat. Bukan juga sekadar bersalam dan mencium tangan seorang ikhwah. Apatah lagi sekadar menukar panggilan seorang ikhwah dari “akh” kepada “abang” atau seorang akhwat dari “ukhti” manjadi “sayang”.

Kalau itu yang ada dalam benak fikiran anda, maka Abu Dzar manasihatkan anda agar berjumpa dengan orang yang telah pun mendirikan rumah tangga atau yang lebih berpengalaman. Minta nasihat dari mereka dan dengarkan perkongsian pengalaman yang telah mereka lalui dalam mengharungi kehidupan berkeluarga sendiri. Buat kesekian kalinya Abu Dzar mengingatkan bahawa pengalaman semasa bercinta nyata berbeza dengan kehidupan selaku suami isteri.

Sekitar majlis meraikan pasangan akhi Amzar dan ukhti Ruhayu

Berbeza?? Macam mana tu?

Ya, berbeza! Bagi yang pernah bercinta sebelum berkahwin, anda mungkin lebih faham akan pernyataan ini. Seorang wanita yang bergelar kekasih atau teman wanita tidak sama dengan seorang wanita yang bergelar isteri. Baik dari segi perwatakkan, sifat, rasa tanggungkawab dan juga perilaku seharian. Perbezaan yang sama juga berlaku antara teman lelaki dan juga suami. Malah mungkin bezanya seperti langit dengan bumi.

Seorang teman lelaki mungkin boleh berpura-pura sebagai seorang yang sangat baik hati dan sayangkan kucing apabila bersama dengan teman wanitanya. Sebab mereka mungkin meluangkan masa bersama-sama dalam beberapa jam untuk sehari. Tujuannya jelas, untuk menambat hati teman wanitanya. Namun begitu, perkara itu tidak mungkin dapat diselindung lagi setelah mereka menikah dan tinggal bersama. Apabila si isteri ingin membela kucing dirumah, si suami akan memberikan seribu satu alasan.

Hubungan sebelum menikah adalah palsu!

Sila ambil perhatian dan jangan menjadi mangsa pembohongan sifat dan keperibadian yang mengagumkan bagi pasangan anda selagi anda belum menikah dengannya! Hubungan percintaan seperti ini adalah lakonan semata-mata. Abu Dzar yakin ramai yang dah biasa dengar kata-kata ini “masa bercinta semuanya manis, kentut pun jadi wangi!”. Nah ini adalah satu bukti jelas bahawa hubungan cinta sebelum nikah adalah plastik. Maka jangan percaya.

Cara nak kenal pasangan

Sorry couple bukan jawapannya! Sekali lagi Abu Dzar ingatkan kepada pembaca MeNtaDakaKiDaL bahawa bercouple adalah bukan dalam syariat Islam. Dalilnya dalam surah al-Isra’, ayat ke 32

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.

Mungkin akan timbul beberapa soalan dan alasan;

  1. Kalau tak bercouple, macam mana nak kawin?
  2. Susahla nak kenal bakal isteri kalau tak boleh nak couple!
  3. Kawin ni bukan perkara main-main, mana boleh tangkap muat je!
  4. Boleh ke kawin dengan orang yang kita tak suka?
  5. Macam mana nak kenal perangai pasangan kita kalau tak couple dulu?

Hmm...mungkin itu atau pun banyak lagi yang akan bermain dalam benak fikiran yang tak biasa dengar isu ini. Mari kita telusuri sirah, pernah dengar cerita kisah Nabi Muhammad SAW bercouple dengan Khadijah sebelum mereka menikah? Khadijah adalah seorang wanita bangsawan Quraish yang sangat pandai menjaga kehormatan diri,Khadijah memilih untuk tidak bercouple dengan Muhammad SAW sebelum mereka menikah. Perkara ini berlaku kepada setiap wanita yang dinikahi Muhammad SAW. Tidak pernah ada kisah mereka berdating, jalan pegang tangan, makan dinner sama-sama ataupun naik unta berdua.

Perjalanan rumah tangga keluarga Nabi Muhammad SAW dengan isteri-isteri baginda berjalan dengan sangat harmoni. Kalau ada perselisihan, ia berlaku secara wajar menurut psikologi seorang lelaki dan wanita. Ya secara wajar kerana Nabi Muhammad adalah seorang manusia. Mungkin perselisihan yang paling mendapat perhatian adalah peristiwa “hadisul ifki”. Kisah fitnah terhadap Aisyah. Namun begitu, kita harus tahu dengan jelas bahawa titik tolak peristiwa ini adalah fitnah golongan munafik yang sangat tidak senang dengan Islam dan mengambil kesempatan atas peristiwa yang tertinggal rombongan kerana mencari kalungan rantai.

Jadi Caranya Adalah...

Membaca!
Ya dengan membaca

Membaca buku tentang psikologi hubungan lelaki dan wanita! Abu Dzar sangat yakin dan percaya banyak buku jenis ini ada dijual. Apa yang perlu anda lakukan adalah menabung sedikit wang untuk membeli buku-buku tersebut. Abu Dzar juga suka untuk mencadangkan beberapa buku yang telah Abu Dzar baca dan Abu Dzar rasakan buku tersebut sangat baik dan bermanfaat;

  1. Men are from Mars and Women are from Venus
  2. Why Mars and Venus Collide
  3. Why Men don’t listen and women can’t read maps

Ini adalah beberapa buku yang dicadangkan, tapi banyak lagi sebenarnya buku lain yang baik untuk dibaca

Bagi sesiapa yang berminat boleh la dapatkan buku tersebut dan baca sepuas-puasnya. Tak payah nak bercouple-ria untuk mengenali sifat dan perwatakkan pasangan anda. Tapi sebelum terlupa, satu lagi buku yang baik untuk dibaca adalah “Personality Plus”. Mulai sekarang bagi yang ada menyimpan hajat untuk mencari teman hidup, bolehlah memulakan pembacaan yang seumpama ini. Sebelum mendapatkan seorang pasangan hidup mari bercouple dengan buku terlebih dahulu. Bercouple dengan buku tak melanggar syariat. Ini adalah perbuatan yang halal. Malah ini akan menambah ilmu.

Mari membaca!

Read more...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

bebas diulang cetak. Powered by Blogger.

About This Blog

blog ini adalah hasil cetusan pendapat dan titipan ikhlas seorang insan kerdil di celah umat

sebarang pertanyaan boleh di emailkan ke ismiabudzar[at]gmail[dot]com

Flag Counter

free counters

  © Blogger templates Palm by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP